Review buku The Alchemist (Sang Alkemis), Paulo Ceolho | Petualangan yang Super Menakjubkan

Review buku The Alchemist (Sang Alkemis)

Review buku The Alchemist (Sang Alkemis), setelah membaca dengan santai dan khidmat, juga melihat ketebalan buku The Alchemist (Sang Alkemis) yang hanya terdiri dari 213 halaman, jadilah saya dahulukan untuk membaca buku Sang Alkemis ini. Karena sebelumnya juga saya sedang membaca buku novel lain.

Tak tanggung-tanggung, hanya butuh waktu 2 hari saja buku ini selesai saya baca, dengan ending cerita yang masih terngiang-ngiang di kepala. Takjub namun sambil mengumpat karena suguhan ending cerita. Penasaran kan? Geser bawah kuy!

Review buku The Alchemist (Sang Alkemis)
Bayangkan saja, yang saya dapatkan ini merupakan cetakan ke-22 dari buku The Alchemist (Sang Alkemis).

Ketertarikan lainnya adalah Buku ini merupakan buku karya pamungkas dari sang penulis Paulo Coelho, yang sudah saya bahas juga latar belakang beliau di postingan sebelumnya, disini. Maka terbesitlah di pikiran saya rasa penasaran dan rasa keingintahuan yang dalam.

Apakah seutuhnya buku ini mengangkat tema mistis dan ilmu pengetahuan, karena mengingat terbitnya pertama kali pada tahun 80an. Suara-suara dari dalam kepala menyerukan pastilah ini buku yang sangat melegenda.

Saya akan bahas secara garis besar tentang isi cerita dari buku The Alchemist (Sang Alkemis) ini. Seutuhnya cerita yang disuguhkan kental dengan cerita petualangan. Diawal cerita disampaikan Seorang anak laki-laki penggembala yang menjelajah ke berbagai daerah juga untuk memperjual belikan bulu dombanya.

Keberadaannya dengan domba-domba nya sangatlah dekat, jika diibaratkan layaknya seorang sahabat yang saling pengertian. Semisal setelah dia sampai pada kota tertentu, beberapa bulu dombanya akan dicukur sesuai permintaan kebutuhan pelanggannya. Setelah terpenuhi permintaan dari pelanggan tersebut, anak laki-laki akan menyusuri kota lain untuk memenuhi permintaan pelanggan lainnya.

Banyak kejadian-kejadian yang menimpanya selama dalam perjalanan di awal cerita, tentang cuaca yang menghadang, bertemu dengan wanita pujaan, hingga mendapati mimpi yang berulang tentang keberadaan harta karun di piramida-piramida mesir.

Inilah titik awal permasalahan yang diangkat. Bercerita tentang takdir, impian, bahasa dunia, keinginan yang samar, cinta dan memahami penciptaan alam semesta secara keseluruhan.

Bagaimana takdir dan impiannya tersebut membawanya ke negeri antah berantah yang sama sekali anak laki-laki tersebut tak pahami bahasanya. Menyelami dan menjalani lika-liku kehidupan, juga mengajarkan kita untuk berani mengambil langkah dan mewujudkan keinginan yang telah lama terpendam barangkali.

Kekurangan buku ini menurut saya yakninya seringkali perulangan kalimat yang dibawah ini :

Apapun yang kita inginkan didunia ini, adapun impian yang ingin kita wujudkan, dunia dan seisi nya akan bersatu padu menopang, membantu kita mewujudkan impian tersebut.

Kalimat diatas memang suatu hal yang sangat luar biasa, namun jika seringkali diucapkan akan terasa monoton, bahkan sangat menganggu sekali, atau saya kurang tahu apakah karena buku ini diterjemahkan ke bahasa Indonesia jadinya begini.

Tapi secara keseluruhan buku ini sangat layak dibaca, bahkan setiap petualangan yang dilalui sang tokoh akan terngiang di benak kita. Takjub dan rasa terpenuhi akan mengalir dan akan kita dapatkan setelah buku selesai dibaca secara keseluruhan.

Beberapa kalimat menarik yang sudah saya tandai sebelumnya di dalam buku ini:

Mengambil keputusan barulah permulaan. Saat orang mengambil keputusan, berarti dia menceburkan diri dalam arus deras yang akan membawanya ke tempat-tempat yang tak pernah dibayangkan ketika dia pertama-tama mengambil keputusan tersebut.

Orang-orang bijak memahami bahwa alam semesta ini hanyalah citra dan tiruan akan surga. Dunia ini ada sekedar untuk menunjukkan bahwa ada dunia yang lebih sempurna.

Setiap pencarian dimulai dengan keberuntungan bagi si pemula. Dan setiap pencarian diakhiri dengan ujian berat bagi si pemenang.

Apa yang terjadi satu kali tidak bakal terjadi lagi. Tapi apa yang terjadi dua kali, pastilah akan terjadi untuk ketiga kali

Rekomendasi sekali buat kalian yang mencari buku-buku petualangan yang sembari menyadarkan kita tentang penciptaan dunia dan seisinya. yap, sekian saya sudahi Review buku The Alchemist (Sang Alkemis) kali ini, tetap update, stay tune dan simak terus artikel yang akan datang.
Review buku The Alchemist (Sang Alkemis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *