Review Buku PEREMPUAN PATAH HATI YANG KEMBALI MENEMUKAN CINTA MELALUI MIMPI Karya Eka Kurniawan | Kumpulan Cerita

PEREMPUAN PATAH HATI YANG KEMBALI MENEMUKAN CINTA MELALUI MIMPI

Buku Kumpulan cerita Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi merupakan cerita-cerita dari pergolakan emosi yang sudah di padu padan sedemikian rupa. Tak pelak di setiap cerita tidak akan ada persamaan konsep atau tema cerita sekalipun.

Buku Kumcer Eka Kurniawan ini telah diterbitkan oleh Bentang Pustaka pertama kali pada Maret 2015, yang mana setiap cerita bukanlah kumpulan cerita yang baru lagi. Maksudnya beberapa cerita telah lama terbit dan ikut rampung menjadi satu di dalam buku ini.

Memiliki 15 kumpulan cerita dan Perempuan patah hati yang kembali menemukan cinta melalui mimpi merupakan salah satu cerita. Ceritanya tidak panjang dan dan setiap cerita rata-rata memiliki porsi yang sama.

Jujur saja buku ini telah lama saya baca, dan iseng-iseng baca lagi karena rata-rata setiap cerita hanya 12-14 lembaran atau ada yang lebih sedikitlah. Porsi bacaan yang ringan dan cerita yang berkesan dangkal membuat buku ini bebas dibaca dimana pun, maksudnya tidak layaknya novel-novel tebal yang membuat kita fokus disetiap larik paragraf.

Jujur tidak semua ceritanya menarik, menurut saya. Dan itu wajar, karena buku ini saya baca setelah membaca masterpieces nya Eka kurniawan seperti Cantik Itu Luka, Seperti Dendam Rindu harus di bayar Tuntas, setelah itu ada Lelaki Harimau dan yang terakhir novel mas Eka yang saya baca adalah O. Setelah membaca novel-novel maha karya mas Eka tersebut baru saya lanjut membaca buku-buku cerpen beliau, seperti corat-coret di toilet dan yang terakhir saya baca adalah ini.

Beberapa cerita menarik menurut saya adalah salah satunya “Gincu Ini Merah Sayang”. Menceritakan perjalanan cinta yang tak biasa dan bisa dikatakan liar. Dari jejak langkah perjalanan cinta seorang pelacur dengan pelanggannya, lama ke lamaan mereka jatuh hati dan saling berjanji untuk bersetia selamanya. Konflik masalah ada pada kegelisahan masing-masing karakter yang saling menyangkal dan mengambil kesimpulan sendiri terhadap apa yang tampak terjadi.

Setelah itu pada cerita pertama yang coba di suguhkan adalah “Gerimis Yang Sederhana”, yang menurut saya sendiri kurang memberi kesan. Bercerita tentang pertemuan dua lawan jenis manusia yang berada di negri asing yang mana salah satunya telah memiliki tali hubungan yang tak bisa diganggu gugat alias berkeluarga dan yang satu nya lagi adalah wanita muda yang sedang mencari cinta. Namun pertemuan yang telah direncanakan dengan matang tersebut menghasilkan situasi yang canggung dan benar-benar tidak berjalan lancar.

Ada juga salah satu cerita  fabel yang memberikan kesan yang sangat kuat, berjudul “Kapten Bebek Hijau”. Ini termasuk cerita yang sangat menarik bagi saya, dengan menyematkan pemahaman yang mendewasa, maksudnya dengan mengambil nilai kehidupan seperti mensyukuri kehidupan yang telah diberikan pencipta. Benar-benar pembelajaran tentang mensyukuri hal-hal yang telah ada pada diri kita dan tidak terlalu berharap lebih agar menjadi seperti itu atau menjadi sesuatu hal yang bagus dimata kita tetapi nyatanya belum tentu bagus untuk kita.

“Tiga Kematian Marsilam” juga menjadi tema cerita yang menarik. Sedangkan “Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi” merupakan cerita yang mencoba menyampaikan pengharapan sebagai langkah akhir yang benar-benar diyakini dan benar-benar terjadi. Bermula pada patah hati dengan cara yang sangat memilukan dan setelah lama larut dengan kesedihan secercah harapan kecil menyelinap melalui mimpi namun tidak serta merta terwujudkan. Melalui perjalanannya dalam menemukan harapan kecil ini lah mengisyaratkan kepada pembaca. Bahwa Harapan itu ada dan untuk dipertemukannya dengan harapan tersebut dibutuhkan usaha. Sedikit atau besar usaha yang coba kita torehkan harapan tetaplah harapan, harapan bukanlah hasil usaha yang telah kita usahakan dengan keras melainkan tentang keihklasan.

Sedangkan kekurangan buku cerpen ini menurut saya, menurut Rasssian. Tidak pada gaya menulis maupun plot cerita atau cerita yang mudah ditebak, bukan. Kekurangannya ada pada salah satu cerita, tema cerita yang diangkat seperti pada “Pelajaran Memelihara Burung Beo” yang berkesan biasa saja dan bahkan kurang menarik dan satunya lagi adalah “Teka-Teki Silang” yang berusaha membuat pembacanya menjadi berpikir keras, nyatanya tema yang coba diangkat pada cerita Teka-Teki Silang tetap kurang me-ngena.

Kesimpulan untuk Buku Kumpulan cerita Karya Eka Kurniawan ini, sangat rekomendasi di baca. Di balik karya-karya novel beliau yang berbahan cerita berat dan liar, pada buku cerpen ini tentu kita akan menelan cerita yang sifatnya ringan dan memiliki penyelesaian yang ringkas namun memberikan kesan dan nilai-nilai kehidupan .

Untuk postingan-postingan yang menarik lainnya telah Rasssian rangkum di bawah ini, jangan sampai ketinggalan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *